English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
by : YBG

Xilisoft HD Video Converter 6 Full With serial

Wide range of formats support: Support HD videos like AVCHD (mts, m2ts), MKV, HD ASF, HD AVI, H.264/AVC, HD Quick Time, HD MPEG-4, and HD WMV, and general videos and audios like AVI, MPEG, WMV, MP4, 3GP, FLV, RM, MOV, MP3, WMA and AAC.

Trik dan SN Smadav Pro 8.4

Smadav 2011 Rev. 8.4 : Pendeteksian khusus untuk beberapa virus shortcut terbaru (MSO-sys, fanny-bmp),penambahan database 40 virus baru, penyempurnaan deteksi semua varian virus shortcut, penambahan teknik heuristik, dsb.

08 al-Khamr

Kartun Ahkamul Quran, merupakan kartun islamic yang memberikan tuntunan kepada kita tentang hukum-hukum dan adab-adab dalam agama islam. dan kali ini menceritakan tentang hukum meminum khamar (minuman keras)

NATURAL_HABBATUSSAUDA PLUS

HABBATUSAUDA adalah jinten hitam yang mampu membangkitkan sistem kekebalan tubuh (immunity system) yang mampu mempertahan tubuh dari serangan berbagai penyakit. Insya Alloh

Selasa, 30 November 2010

PDF to Word Converter 2.0 – mengubah PDF ke Word

pdf to word converter PDF2Word (pdf untuk kata) perangkat lunak yang memungkinkan ekspor teks, gambar dan konten lainnya dari dokumen PDF ke dokumen word, sehingga Anda dapat menggunakan kembali konten PDF, PDF untuk kata perangkat lunak akan melestarikan teks, tata letak dan gambar bitmap dalam dokumen kata yang dihasilkan.
PDF2Word (pdf untuk kata) perangkat lunak adalah program mandiri dan tidak memerlukan Microsoft Word, Adobe Acrobat, atau bahkan Acrobat Reader.

Key fitur PDF2Word (pdf untuk kata)

* Convert PDF file ke dalam dokumen Microsoft Word
* Standalone software, MS Word, Adobe Acrobat dan Reader TIDAK diperlukan!
* Support Command Line Operation (untuk menggunakan manual atau dimasukkan ke dalam script)
Win98/ME/NT/2000/XP/2003 Dukungan platform *
* Secara otomatis mengubah ukuran halaman PDF sesuai kebutuhan Anda
* Akurat melestarikan Teks, Gambar, dan Layout
* Mudah digunakan
* Mendukung konversi beberapa dokumen (Batch Processing)
* Mendukung drag and drop file dan konversi batch
* Dukungan PDF1.6 protokol (sebelumnya hanya didukung oleh Acrobat 7.0)
* File Dikonversi dapat diambil secara otomatis segera setelah selesai konversi
* Dukungan Page rentang (semua, dari ke, setiap halaman)
* Mode rekonstruksi Lima untuk konversi PDF ke Word.

Getting mulai

Versi 1.Demo

PDF2Word (pdf untuk kata) adalah shareware, versi jejak PDF2Word (pdf untuk kata) hanya dapat membiarkan Anda mengkonversi sampai 5 halaman dalam satu dokumen PDF. Jika Anda ingin mengkonversi lebih banyak halaman, Anda harus membelinya.



Keterbatasan versi Demo

1. Anda diperbolehkan untuk memproses hanya sampai satu file secara bersamaan;
2. Versi demo hanya dapat membiarkan Anda mengkonversi sampai 5 halaman dalam satu dokumen PDF;
3. Versi demo ini gratis dan digunakan untuk pengujian perangkat lunak. Dalam s versi demo * acak 'dimasukkan ke dalam teks diekspor. Pembatasan ini tidak dalam versi lengkap dari produk PDF2Word VeryPDF.

Main interface

Program ini sangat mudah digunakan.
1) Konversi hanya satu file: perintah pilih Buka dari menu File, dan pilih file PDF dari file PDF Buka dialog, akan ada Simpan sebagai dialog muncul dan Anda dapat memasukkan nama baru untuk file RTF file PDF Anda, kemudian pada terakhir tekan tombol OK.
2) Convert PDF file: Operasi sama dengan mengkonversi satu file, perhatikan nama file RTF baru akan ditetapkan secara default sesuai dengan nama file PDF tua.
3) Tarik dan lepas file: Hanya dengan menarik file PDF (s) untuk PDF2Word (pdf untuk kata) jendela utama dari jendela Explorer. PDF2Word (pdf untuk kata) akan menerima file dan mulai mengkonversi.
4) Jeda: Jika Anda ingin menghentikan sementara PDF2Word (pdf untuk kata) mengkonversi file, cukup klik tombol Jeda. Anda dapat mengklik tombol Lanjutkan untuk melanjutkan konversi.
5) Stop: Tekan tombol Stop akan menghentikan pekerjaan saat ini.
6) Option jendela seperti di bawah ini dapat ditunjukkan ketika perintah Referensi pilih dari menu File.
7) Selalu di atas: Toggle opsi ini untuk membuat PDF2Word (pdf untuk kata) jendela utama selalu di atas.
8) Dukungan teknis: Kirim pertanyaan Anda melalui E-mail.
9) Pendaftaran: Masukkan nomor seri yang benar untuk mendaftar. Setelah terdaftar, segala keterbatasan fungsi akan dihapus. Anda juga dapat mengklik mencoba untuk terus menggunakan PDF2Word (pdf untuk kata) versi trial tanpa registrasi.

Rekonstruksi Mode:


Ruang antara karakter: Auto menggabungkan karakter tetangga menjadi satu kalimat.
Gunakan Text Box untuk memperbaiki posisi teks: Opsi ini dapat menjaga tata letak halaman aslinya.
Auto menggabungkan blok teks terdekat: Auto untuk menggabungkan isi teks tetangga, sehingga Anda dapat mengedit dokumen Word dengan mudah hasil.
Proses auto ruang: Opsi ini dapat otomatis menambahkan beberapa spasi di antara kata.

Opsi
umum:

Pilih halaman kisaran: Pilih semua untuk mengkonversi semua halaman. Atau Anda dapat memilih halaman yang dipilih dan nomor masukan halaman ke dari dan ke lapangan teks untuk mengkonversi halaman antara angka.
Output Pilihan: Output Zoom, Atur ukuran persentase file RTF dikonversi.
Lihat setelah mengkonversi: Toggle opsi ini untuk memulai file RTF segera setelah selesai konversi.

Pilihan
Bahasa:

Auto: Perangkat lunak PDF2Word akan otomatis mengenali dan proses set karakter dari konversi PDF ke dokumen Word.
Inggris Dokumen: Anda dapat mengkonversi dokumen PDF ke dokumen bahasa Inggris murni dengan pilihan ini.

Pilihan
Graphics:

Delete All Graphics (Line, Arc, etc.): Delete all graphics from the result Word document.
Delete All Pictures: Delete all picture from the result Word document.

Sebelum anda melakukak instalasi buka terlebih dahulu file “Serial.txt” yang terdapat dalam folder yang anda download melalui notepad atau lain-a. Kemudian ketika dalam proses instalasi nantinya akan diminta untuk mengisikan Serial Key. Isikan data yang diminta pada file yang anda buka tadi melalui notepad.

cara instal

Setelah selesai ( FINISH ). Anda close software PDF to Word Converter 2.0. Kemudian anda buka kemali, dan pilih pada > menu > About PDF2Word . Maka anda akan melihat seperti gambar dibawah ini yang membuktikan bahwa software ini sudah REGISTERED

cara instal 2

Download :

download PDFWord974 kb

Minggu, 28 November 2010

Armen Halim Naro - Untukmu Yang Berjiwa Hanif





















Biografi Imam Asy-Syafi'i

Nama dan Nasab

Beliau bernama Muhammad dengan kunyah Abu Abdillah. Nasab beliau secara lengkap adalah Muhammad bin Idris bin al-‘Abbas bin ‘Utsman bin Syafi‘ bin as-Saib bin ‘Ubayd bin ‘Abdu Zayd bin Hasyim bin al-Muththalib bin ‘Abdu Manaf bin Qushay. Nasab beliau bertemu dengan nasab Rasulullah pada diri ‘Abdu Manaf bin Qushay. Dengan begitu, beliau masih termasuk sanak kandung Rasulullah karena masih terhitung keturunan paman-jauh beliau, yaitu Hasyim bin al-Muththalib.

Bapak beliau, Idris, berasal dari daerah Tibalah (Sebuah daerah di wilayah Tihamah di jalan menuju ke Yaman). Dia seorang yang tidak berpunya. Awalnya dia tinggal di Madinah lalu berpindah dan menetap di ‘Asqalan (Kota tepi pantai di wilayah Palestina) dan akhirnya meninggal dalam keadaan masih muda di sana. Syafi‘, kakek dari kakek beliau, -yang namanya menjadi sumber penisbatan beliau (Syafi‘i)- menurut sebagian ulama adalah seorang sahabat shigar (yunior) Nabi. As-Saib, bapak Syafi‘, sendiri termasuk sahabat kibar (senior) yang memiliki kemiripan fisik dengan Rasulullah shollallahu’alaihiwasallam. Dia termasuk dalam barisan tokoh musyrikin Quraysy dalam Perang Badar. Ketika itu dia tertawan lalu menebus sendiri dirinya dan menyatakan masuk Islam.

Para ahli sejarah dan ulama nasab serta ahli hadits bersepakat bahwa Imam Syafi‘i berasal dari keturunan Arab murni. Imam Bukhari dan Imam Muslim telah memberi kesaksian mereka akan kevalidan nasabnya tersebut dan ketersambungannya dengan nasab Nabi, kemudian mereka membantah pendapat-pendapat sekelompok orang dari kalangan Malikiyah dan Hanafiyah yang menyatakan bahwa Imam Syafi‘i bukanlah asli keturunan Quraysy secara nasab, tetapi hanya keturunan secara wala’ saja. Adapun ibu beliau, terdapat perbedaan pendapat tentang jati dirinya. Beberapa pendapat mengatakan dia masih keturunan al-Hasan bin ‘Ali bin Abu Thalib, sedangkan yang lain menyebutkan seorang wanita dari kabilah Azadiyah yang memiliki kunyah Ummu Habibah. Imam an-Nawawi menegaskan bahwa ibu Imam Syafi‘i adalah seorang wanita yang tekun beribadah dan memiliki kecerdasan yang tinggi. Dia seorang yang faqih dalam urusan agama dan memiliki kemampuan melakukan istinbath.

Waktu dan Tempat Kelahirannya

Beliau dilahirkan pada tahun 150. Pada tahun itu pula, Abu Hanifah wafat sehingga dikomentari oleh al-Hakim sebagai isyarat bahwa beliau adalah pengganti Abu Hanifah dalam bidang yang ditekuninya

Tentang tempat kelahirannya, banyak riwayat yang menyebutkan beberapa tempat yang berbeda. Akan tetapi, yang termasyhur dan disepakati oleh ahli sejarah adalah kota Ghazzah (Sebuah kota yang terletak di perbatasan wilayah Syam ke arah Mesir. Tepatnya di sebelah Selatan Palestina. Jaraknya dengan kota Asqalan sekitar dua farsakh). Tempat lain yang disebut-sebut adalah kota Asqalan dan Yaman.

Ibnu Hajar memberikan penjelasan bahwa riwayat-riwayat tersebut dapat digabungkan dengan dikatakan bahwa beliau dilahirkan di sebuah tempat bernama Ghazzah di wilayah Asqalan. Ketika berumur dua tahun, beliau dibawa ibunya ke negeri Hijaz dan berbaur dengan penduduk negeri itu yang keturunan Yaman karena sang ibu berasal dari kabilah Azdiyah (dari Yaman). Lalu ketika berumur 10 tahun, beliau dibawa ke Mekkah, karena sang ibu khawatir nasabnya yang mulia lenyap dan terlupakan.

Pertumbuhannya dan Pengembaraannya Mencari Ilmu

Di Mekkah, Imam Syafi ‘i dan ibunya tinggal di dekat Syi‘bu al-Khaif. Di sana, sang ibu mengirimnya belajar kepada seorang guru. Sebenarnya ibunya tidak mampu untuk membiayainya, tetapi sang guru ternyata rela tidak dibayar setelah melihat kecerdasan dan kecepatannya dalam menghafal. Imam Syafi‘i bercerita, “Di al-Kuttab (sekolah tempat menghafal Alquran), saya melihat guru yang mengajar di situ membacakan muridmuridnya ayat Alquran, maka aku ikut menghafalnya. Sampai ketika saya menghafal semua yang dia diktekan, dia berkata kepadaku, ‘Tidak halal bagiku mengambil upah sedikitpun darimu.’” Dan ternyata kemudian dengan segera guru itu mengangkatnya sebagai penggantinya (mengawasi muridmurid lain) jika dia tidak ada. Demikianlah, belum lagi menginjak usia baligh, beliau telah berubah menjadi seorang guru.

Setelah rampung menghafal Alquran di al-Kuttab, beliau kemudian beralih ke Masjidil Haram untuk menghadiri majelis-majelis ilmu di sana. Sekalipun hidup dalam kemiskinan, beliau tidak berputus asa dalam menimba ilmu. Beliau mengumpulkan pecahan tembikar, potongan kulit, pelepah kurma, dan tulang unta untuk dipakai menulis. Sampai-sampai tempayan-tempayan milik ibunya penuh dengan tulang-tulang, pecahan tembikar, dan pelepah kurma yang telah bertuliskan hadits-hadits Nabi. Dan itu terjadi pada saat beliau belum lagi berusia baligh. Sampai dikatakan bahwa beliau telah menghafal Alquran pada saat berusia 7 tahun, lalu membaca dan menghafal kitab Al-Muwaththa’ karya Imam Malik pada usia 12 tahun sebelum beliau berjumpa langsung dengan Imam Malik di Madinah.

Beliau juga tertarik mempelajari ilmu bahasa Arab dan syair-syairnya. Beliau memutuskan untuk tinggal di daerah pedalaman bersama suku Hudzail yang telah terkenal kefasihan dan kemurnian bahasanya, serta syair-syair mereka. Hasilnya, sekembalinya dari sana beliau telah berhasil menguasai kefasihan mereka dan menghafal seluruh syair mereka, serta mengetahui nasab orang-orang Arab, suatu hal yang kemudian banyak dipuji oleh ahliahli bahasa Arab yang pernah berjumpa dengannya dan yang hidup sesudahnya. Namun, takdir Allah telah menentukan jalan lain baginya. Setelah mendapatkan nasehat dari dua orang ulama, yaitu Muslim bin Khalid az-Zanji -mufti kota Mekkah-, dan al-Husain bin ‘Ali bin Yazid agar mendalami ilmu fiqih, maka beliau pun tersentuh untuk mendalaminya dan mulailah beliau melakukan pengembaraannya mencari ilmu.

Beliau mengawalinya dengan menimbanya dari ulama-ulama kotanya, Mekkah, seperti Muslim bin Khalid, Dawud bin Abdurrahman al-‘Athar, Muhammad bin Ali bin Syafi’ –yang masih terhitung paman jauhnya-, Sufyan bin ‘Uyainah –ahli hadits Mekkah-, Abdurrahman bin Abu Bakar al-Maliki, Sa’id bin Salim, Fudhail bin ‘Iyadh, dan lain-lain. Di Mekkah ini, beliau mempelajari ilmu fiqih, hadits, lughoh, dan Muwaththa’ Imam Malik. Di samping itu beliau juga mempelajari keterampilan memanah dan menunggang kuda sampai menjadi mahir sebagai realisasi pemahamannya terhadap ayat 60 surat Al-Anfal. Bahkan dikatakan bahwa dari 10 panah yang dilepasnya, 9 di antaranya pasti mengena sasaran.

Setelah mendapat izin dari para syaikh-nya untuk berfatwa, timbul keinginannya untuk mengembara ke Madinah, Dar as-Sunnah, untuk mengambil ilmu dari para ulamanya. Terlebih lagi di sana ada Imam Malik bin Anas, penyusun al-Muwaththa’. Maka berangkatlah beliau ke sana menemui sang Imam. Di hadapan Imam Malik, beliau membaca al- Muwaththa’ yang telah dihafalnya di Mekkah, dan hafalannya itu membuat Imam Malik kagum kepadanya. Beliau menjalani mulazamah kepada Imam Malik demi mengambil ilmu darinya sampai sang Imam wafat pada tahun 179. Di samping Imam Malik, beliau juga mengambil ilmu dari ulama Madinah lainnya seperti Ibrahim bin Abu Yahya, ‘Abdul ‘Aziz ad-Darawardi, Athaf bin Khalid, Isma‘il bin Ja‘far, Ibrahim bin Sa‘d dan masih banyak lagi.

Setelah kembali ke Mekkah, beliau kemudian melanjutkan mencari ilmu ke Yaman. Di sana beliau mengambil ilmu dari Mutharrif bin Mazin dan Hisyam bin Yusuf al-Qadhi, serta yang lain. Namun, berawal dari Yaman inilah beliau mendapat cobaan –satu hal yang selalu dihadapi oleh para ulama, sebelum maupun sesudah beliau-. Di Yaman, nama beliau menjadi tenar karena sejumlah kegiatan dan kegigihannya menegakkan keadilan, dan ketenarannya itu sampai juga ke telinga penduduk Mekkah. Lalu, orangorang yang tidak senang kepadanya akibat kegiatannya tadi mengadukannya kepada Khalifah Harun ar-Rasyid, Mereka menuduhnya hendak mengobarkan pemberontakan bersama orang-orang dari kalangan Alawiyah.

Sebagaimana dalam sejarah, Imam Syafi‘i hidup pada masa-masa awal pemerintahan Bani ‘Abbasiyah yang berhasil merebut kekuasaan dari Bani Umayyah. Pada masa itu, setiap khalifah dari Bani ‘Abbasiyah hampir selalu menghadapi pemberontakan orang-orang dari kalangan ‘Alawiyah. Kenyataan ini membuat mereka bersikap sangat kejam dalam memadamkan pemberontakan orang-orang ‘Alawiyah yang sebenarnya masih saudara mereka sebagai sesame Bani Hasyim. Dan hal itu menggoreskan rasa sedih yang mendalam pada kaum muslimin secara umum dan pada diri Imam Syafi‘i secara khusus. Dia melihat orang-orang dari Ahlu Bait Nabi menghadapi musibah yang mengenaskan dari penguasa. Maka berbeda dengan sikap ahli fiqih selainnya, beliau pun menampakkan secara terangterangan rasa cintanya kepada mereka tanpa rasa takut sedikitpun, suatu sikap yang saat itu akan membuat pemiliknya merasakan kehidupan yang sangat sulit.

Sikapnya itu membuatnya dituduh sebagai orang yang bersikap tasyayyu‘, padahal sikapnya sama sekali berbeda dengan tasysyu’ model orang-orang syi‘ah. Bahkan Imam Syafi‘i menolak keras sikap tasysyu’ model mereka itu yang meyakini ketidakabsahan keimaman Abu Bakar, Umar, serta ‘Utsman , dan hanya meyakini keimaman Ali, serta meyakini kemaksuman para imam mereka.

Sedangkan kecintaan beliau kepada Ahlu Bait adalah kecintaan yang didasari oleh perintah-perintah yang terdapat dalam Al-Quran maupun hadits-hadits shahih. Dan kecintaan beliau itu ternyata tidaklah lantas membuatnya dianggap oleh orang-orang syiah sebagai ahli fiqih madzhab mereka. Tuduhan dusta yang diarahkan kepadanya bahwa dia hendak mengobarkan pemberontakan, membuatnya ditangkap, lalu digelandang ke Baghdad dalam keadaan dibelenggu dengan rantai bersama sejumlah orang-orang ‘Alawiyah. Beliau bersama orang-orang ‘Alawiyah itu dihadapkan ke hadapan Khalifah Harun ar-Rasyid. Khalifah menyuruh bawahannya menyiapkan pedang dan hamparan kulit. Setelah memeriksa mereka seorang demi seorang, ia menyuruh pegawainya memenggal kepala mereka. Ketika sampai pada gilirannya, Imam Syafi‘i berusaha memberikan penjelasan kepada Khalifah. Dengan kecerdasan dan ketenangannya serta pembelaan dari Muhammad bin al-Hasan -ahli fiqih Irak-, beliau berhasil meyakinkan Khalifah tentang ketidakbenaran apa yang dituduhkan kepadanya. Akhirnya beliau meninggalkan majelis Harun ar-Rasyid dalam keadaan bersih dari tuduhan bersekongkol dengan ‘Alawiyah dan mendapatkan kesempatan untuk tinggal di Baghdad.

Di Baghdad, beliau kembali pada kegiatan asalnya, mencari ilmu. Beliau meneliti dan mendalami madzhab Ahlu Ra’yu. Untuk itu beliau berguru dengan mulazamah kepada Muhammad bin al-Hassan. Selain itu, kepada Isma ‘il bin ‘Ulayyah dan Abdul Wahhab ats-Tsaqafiy dan lain-lain. Setelah meraih ilmu dari para ulama Irak itu, beliau kembali ke Mekkah pada saat namanya mulai dikenal. Maka mulailah ia mengajar di tempat dahulu ia belajar. Ketika musim haji tiba, ribuan jamaah haji berdatangan ke Mekkah. Mereka yang telah mendengar nama beliau dan ilmunya yang mengagumkan, bersemangat mengikuti pengajarannya sampai akhirnya nama beliau makin dikenal luas. Salah satu di antara mereka adalah Imam Ahmad bin Hanbal.

Ketika kamasyhurannya sampai ke kota Baghdad, Imam Abdurrahman bin Mahdi mengirim surat kepada Imam Syafi‘i memintanya untuk menulis sebuah kitab yang berisi khabar-khabar yang maqbul, penjelasan tentang nasikh dan mansukh dari ayat-ayat Alquran dan lain-lain. Maka beliau pun menulis kitabnya yang terkenal, Ar-Risalah.

Setelah lebih dari 9 tahun mengajar di Mekkah, beliau kembali melakukan perjalanan ke Irak untuk kedua kalinya dalam rangka menolong madzhab Ash-habul Hadits di sana. Beliau mendapat sambutan meriah di Baghdad karena para ulama besar di sana telah menyebut-nyebut namanya. Dengan kedatangannya, kelompok Ash-habul Hadits merasa mendapat angin segar karena sebelumnya mereka merasa didominasi oleh Ahlu Ra’yi. Sampaisampai dikatakan bahwa ketika beliau datang ke Baghdad, di Masjid Jami ‘ al-Gharbi terdapat sekitar 20 halaqah Ahlu Ra ‘yu. Tetapi ketika hari Jumat tiba, yang tersisa hanya 2 atau 3 halaqah saja.

Beliau menetap di Irak selama dua tahun, kemudian pada tahun 197 beliau balik ke Mekkah. Di sana beliau mulai menyebar madzhabnya sendiri. Maka datanglah para penuntut ilmu kepadanya meneguk dari lautan ilmunya. Tetapi beliau hanya berada setahun di Mekkah.

Tahun 198, beliau berangkat lagi ke Irak. Namun, beliau hanya beberapa bulan saja di sana karena telah terjadi perubahan politik. Khalifah al- Makmun telah dikuasai oleh para ulama ahli kalam, dan terjebak dalam pembahasan-pembahasan tentang ilmu kalam. Sementara Imam Syafi‘I adalah orang yang paham betul tentang ilmu kalam. Beliau tahu bagaimana pertentangan ilmu ini dengan manhaj as-salaf ash-shaleh –yang selama ini dipegangnya- di dalam memahami masalah-masalah syariat. Hal itu karena orang-orang ahli kalam menjadikan akal sebagai patokan utama dalam menghadapi setiap masalah, menjadikannya rujukan dalam memahami syariat padahal mereka tahu bahwa akal juga memiliki keterbatasan-keterbatasan. Beliau tahu betul kebencian meraka kepada ulama ahlu hadits. Karena itulah beliau menolak madzhab mereka.

Dan begitulah kenyataannya. Provokasi mereka membuat Khalifah mendatangkan banyak musibah kepada para ulama ahlu hadits. Salah satunya adalah yang dikenal sebagai Yaumul Mihnah, ketika dia mengumpulkan para ulama untuk menguji dan memaksa mereka menerima paham Alquran itu makhluk. Akibatnya, banyak ulama yang masuk penjara, bila tidak dibunuh. Salah satu di antaranya adalah Imam Ahmad bin Hanbal. Karena perubahan itulah, Imam Syafi‘i kemudian memutuskan pergi ke Mesir. Sebenarnya hati kecilnya menolak pergi ke sana, tetapi akhirnya ia menyerahkan dirinya kepada kehendak Allah. Di Mesir, beliau mendapat sambutan masyarakatnya. Di sana beliau berdakwah, menebar ilmunya, dan menulis sejumlah kitab, termasuk merevisi kitabnya ar-Risalah, sampai akhirnya beliau menemui akhir kehidupannya di sana.

Keteguhannya Membela Sunnah

Sebagai seorang yang mengikuti manhaj Ash-habul Hadits, beliau dalam menetapkan suatu masalah terutama masalah aqidah selalu menjadikan Alquran dan Sunnah Nabi sebagai landasan dan sumber hukumnya. Beliau selalu menyebutkan dalil-dalil dari keduanya dan menjadikannya hujjah dalam menghadapi penentangnya, terutama dari kalangan ahli kalam. Beliau berkata, “Jika kalian telah mendapatkan Sunnah Nabi, maka ikutilah dan janganlah kalian berpaling mengambil pendapat yang lain.” Karena komitmennya mengikuti sunnah dan membelanya itu, beliau mendapat gelar Nashir as-Sunnah wa al-Hadits.

Terdapat banyak atsar tentang ketidaksukaan beliau kepada Ahli Ilmu Kalam, mengingat perbedaan manhaj beliau dengan mereka. Beliau berkata, “Setiap orang yang berbicara (mutakallim) dengan bersumber dari Alquran dan sunnah, maka ucapannya adalah benar, tetapi jika dari selain keduanya, maka ucapannya hanyalah igauan belaka.” Imam Ahmad berkata, “Bagi Syafi‘i jika telah yakin dengan keshahihan sebuah hadits, maka dia akan menyampaikannya. Dan prilaku yang terbaik adalah dia tidak tertarik sama sekali dengan ilmu kalam, dan lebih tertarik kepada fiqih.” Imam Syafi ‘I berkata, “Tidak ada yang lebih aku benci daripada ilmu kalam dan ahlinya.” Al-Mazani berkata, “Merupakan madzhab Imam Syafi‘i membenci kesibukan dalam ilmu kalam. Beliau melarang kami sibuk dalam ilmu kalam.” Ketidaksukaan beliau sampai pada tingkat memberi fatwa bahwa hukum bagi ahli ilmu kalam adalah dipukul dengan pelepah kurma, lalu dinaikkan ke atas punggung unta dan digiring berkeliling di antara kabilah-kabilah dengan mengumumkan bahwa itu adalah hukuman bagi orang yang meninggalkan Al-quran dan Sunnah dan memilih ilmu kalam.

Wafatnya

Karena kesibukannya berdakwah dan menebar ilmu, beliau menderita penyakit bawasir yang selalu mengeluarkan darah. Makin lama penyakitnya itu bertambah parah hingga akhirnya beliau wafat karenanya. Beliau wafat pada malam Jumat setelah shalat Isya’ hari terakhir bulan Rajab permulaan tahun 204 dalam usia 54 tahun. Semoga Allah memberikan kepadanya rahmat-Nya yang luas.

Ar-Rabi menyampaikan bahwa dia bermimpi melihat Imam Syafi‘i, sesudah wafatnya. Dia berkata kepada beliau, “Apa yang telah diperbuat Allah kepadamu, wahai Abu Abdillah?” Beliau menjawab, “Allah mendudukkan aku di atas sebuah kursi emas dan menaburkan pada diriku mutiara-mutiara yang halus.”

Karangan-Karangannya

Sekalipun beliau hanya hidup selama setengah abad dan kesibukannya melakukan perjalanan jauh untuk mencari ilmu, hal itu tidaklah menghalanginya untuk menulis banyak kitab. Jumlahnya menurut Ibnu Zulaq mencapai 200 bagian, sedangkan menurut al-Marwaziy mencapai 113 kitab tentang tafsir, fiqih, adab dan lain-lain. Yaqut al-Hamawi mengatakan jumlahnya mencapai 174 kitab yang judul-judulnya disebutkan oleh Ibnu an- Nadim dalam al-Fahrasat. Yang paling terkenal di antara kitab-kitabnya adalah al-Umm, yang terdiri dari 4 jilid berisi 128 masalah, dan ar-Risalah al-Jadidah (yang telah direvisinya) mengenai Alquran dan As-Sunnah serta kedudukannya dalam syariat.

Sumber:

1. Al-Umm, bagian muqoddimah hal. 3-33

2. Siyar A‘lam an-Nubala’

3. Manhaj Aqidah Imam asy-Syafi‘, terjemah kitab Manhaj al-Imam Asy- Syafi ‘i fi Itsbat al-‘Aqidah karya DR. Muhammad AW al-Aql terbitan Pustaka Imam Asy-Syafi ‘i, Cirebon

(Sumber: Majalah Fatawa; dinukil dari muslim.or.id)

Ares Vista v 3.0.9 Free

Ares Vista 3.0.9 adalah versi terbaru dari klien peer-to-peer file sharing Ares.Ares Free Vista adalah versi terbaru, terbesar dari Ares populer file sharing program yang didedikasikan untuk berbagi dan men-download musik dalam format MP3 yang populer. Ares Vista Gratis memiliki teknik hubungan eksklusif yang memungkinkan instan menghubungkan ke jaringan Ares ketika versi Ares bisa menggantung selama berjam-jam atau bahkan berhari-hari mencoba untuk membuat sambungan awal. Sebuah format file encoding ditingkatkan / decoding skema dan kecepatan download turbo-dibebankan adalah perbaikan terbaru lainnya untuk Ares Vista Gratis. Ares Vista dirancang khusus untuk bekerja dengan fitur keamanan canggih dari Windows Vista.


Hal ini memungkinkan Anda untuk mencari dan men-download file yang anggota lain ada di mesin mereka. Anda dapat menemukan banyak file, karena film untuk mp3 musik, dari dokumen ke gambar dan program. Anda bahkan dapat menggunakan Ares Vista untuk men-download Bittorrents, jenis lain dari format file sharing.

Program ini dapat diinstal dan berjalan dalam enam belas bahasa yang berbeda.

Anda dapat menggunakan "Search" fitur untuk mencari file yang ingin Anda download. Ares akan menunjukkan daftar arsip yang ditemukan. Anda dapat memilih salah satu dari mereka (berdasarkan, ukuran ketersediaan nama,, dll). Kemudian, Anda harus klik kanan di atas nama dan pilih "Download" pilihan. Anda harus mendaftar untuk men-download sesuatu, versi gratis hanya memungkinkan Anda hal-hal pencarian, namun Anda tidak bisa men-download sesuatu.


Anda dapat mengatur file Anda download, dan melihat mereka menggunakan opsi Perpustakaan. Anda kemudian bisa memainkan file. Jika Anda memainkan file video, Anda akan melihatnya pada tab "Screen". Anda dapat menjaga mata atas transfer Anda di bawah tab "Transfer".

Download di sini !

KITAB TAUHID


الحمد لله الذي جعل التوحيد قاعدة الإسلام وأصله ورأسه، أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمدا عبده ورسوله، وصلى الله وسلم عليه وعلى آله وصحبه ومن اهتدى بهديه. أما بعد :

Tauhid adalah pegangan pokok dan sangat menentukan bagi kehidupan manusia, karena tauhid menjadi landasan bagi setiap amal yang dilakukan. Hanya amal yang dilandasi dengan tauhidullah, menurut tuntunan Islam, yang akan menghantarkan manusia kepada kehidupan yang baik dan kebahagiaan yang hakiki di alam akhirat nanti.

Allah Ta’ala berfirman :

“Barang siapa yang mengerjakan amal sholeh, baik laki laki maupun perempuan, sedang ia dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan kami berikan kepadanya kehidupan yang baik, dan sesungguhnya akan kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik lagi dari apa yang telah mereka kerjakan.” ( QS. An Nahl, 97 )

Berdasarkan pada pentingnya peranan tauhid dalam kehidupan manusia, maka wajib bagi setiap muslim memperlajarinya. Tauhid bukan sekedar mengenal dan mengerti bahwa pencipta alam semesta ini adalah Allah ; bukan sekedar mengetahui bukti bukti rasional tentang kebenaran wujud (keberadaan ) Nya, dan wahdaniyah ( keesaan ) Nya, dan bukan pula sekedar mengenal Asma’ dan SifatNya. Iblis mempercayai bahwa Tuhannya adalah Allah ; bahkan mengakui keesaan dan kemahakuasaan Allah dengan meminta kepada Allah melalui Asma’ dan SifatNya. Kaum jahiliyah kuno yang dihadapi Rasulullah _ juga meyakini bahwa Tuhan Pencipta, Pengatur, Pemelihara dan Penguasa alam semesta ini adalah Allah. ( Lihat Al Qur’an 38 : 82, 31 : 25, 23 : 84-89 ). Namun, kepercayaan dan keyakinan mereka itu belumlah menjadikan mereka sebagai makhluk yang berpredikat muslim, yang beriman kepada Allah _. Dari sini timbullah pertanyaan : “Apakah hakekat tauhid itu ?”

Tauhid adalah pemurnian ibadah kepada Allah. Maksudnya yaitu: menghambakan diri hanya kepada Allah secara murni dan konsekwen dengan mentaati segala perintahNya dan menjauhi segala laranganNya, dengan penuh rasa rendah diri, cinta, harap dan takut kepadaNya. Untuk inilah sebenarnya manusia diciptakanAllah, dan sesungguhnya misi para Rasul adalah untuk menegakkan tauhid dalam pengertian tersebut di atas, mulai dari Rasul pertama sampai Rasul terahir, yaitu Nabi Muhammad _. ( Lihat Al Qur’an 16 : 36, 21 : 25, 7 : 59, 65,73,85, dan lain lain). Maka buku dihadapan pembaca ini mempunyai arti penting dan berharga sekali untuk mengetahui hakekat tauhid dan kemudian menjadikannya sebagai pegangan hidup. Buku ini ditulis oleh seorang ulama yang giat dan tekun dalam kegiatan da’wah Islamiyah. Beliau adalah syekh Muhammad bin Abdul Wahab At Tamimi, yang dilahirkan di Uyainah, tahun 1115 H (1703 M ), dan meninggal di Dir’iyyah (Saudi Arabia ) tahun 1206 H ( 1792 M ). Keadaan umat Islam - dengan berbagai bentuk amalan dan kepercayaan - pada masa hidupnya, yang menyimpang dari makna tauhid, telah mendorong syekh Muhammad bersama para muridnya untuk melancarkan da’wah Islamiyah guna mengingatkan umat agar kembali kepada tauhid yang murni. Maka, untuk tujuan da’wahnya beliau menulis sejumlah kitab dan risalah, yang diantaranya :

1-Kasyf Asy Syubuhat

2-Tafsir Al fatihah

3-Tafsir syahadah “La Ilaha Illah”

4-Kitab Al kabair

5-Ushul Al Iman

6-Ushul Al Islam

7-Al Masa’il Al lati kholafa fiha Rasulullah _ ahlal Jahiliyah

8-Aadab Al Masy-yi Ilash Sholah ( Ala madzhabil Imam Ahmad bin Hambal.

9-Al Amru bil makruf wan Nahyu ‘anil Munkar

10-Mukhtashor Siraturrasul _

11-Kitab tauhid alladzi huwa Haqqullah ‘alal ‘ibad.

Buku terahir inilah yang terjemahannya ada di tangan pembaca. Dan melalui buku ini, beliau berusaha untuk menjelaskan hakekat tauhid, dan penerapannya dalam kehidupan seorang muslim. Dalam bab I, penulis menjelaskan hakekat tauhid dan kedudukannya ; dalam bab 2 & 3 menerangkan tentang keistimewaan tauhid dan pahala yang diperoleh darinya ; dalam bab 4 mengingatkan agar takut terhadap perbuatan yang bertentangan dengan tauhid, serta membatalkannya, yaitu syirik akbar, atau perbuatan yang mengurangi kesempurnaan tauhid, yaitu syirik ashghor ; dalam bab 5 menjelaskan tentang kewajiban berda’wah kepada tauhid ; dan dalam bab 6 menjelaskan tentang makna tauhid dan syahadat “la Ilaha Illallah”. Upaya pemurnian tauhid tidak akan tuntas hanya dengan menjelaskan makna tauhid, akan tetapi harus dibarengi dengan penjelasan tentang hal hal yang dapat merusak dan menodai tauhid. Untuk itu, pada bab bab berikutnya, penulis berusaha menjelaskan berbagai macam bentuk tindakan dan perbuatan yang dapat membatalkan atau mengurangi kesempurnaan tauhid, dan

menodai kemurniannya, yaitu apa yang disebut dengan syirik, baik syirik akbar maupun syirik

ahghor, dan hal hal yang tidak termasuk syirik tetapi dilarang oleh Islam, karena menjurus kepada kemusyrikan, disertai pula dengan keterangan tentang latar belakang historis timbulnya syirik. Terakhir, penulis menyebutkan dalil dalil dari Al Qur’an dan As Sunnah, yang menerangkan tentang keagungan dan kekuasaan Allah, untuk menunjukkan bahwa Allah adalah Tuhan yang paling berhak dengan segala ibadah yang dilakukan manusia, dan Dialah Tuhan yang memiliki segala sifat kemuliaan dan kesempurnaan. Satu hal yang unik dalam metode pembahasan buku ini, bahwa penulis tidak menerangkan atau membahas tauhid dengan cara yang lazim kita kenal dalam buku buku masa kini. Pada setiap bab, penulis hanya menyebutkan ayat ayat Al Qur’an dan hadits hadits serta pendapat pendapat ulama salaf ; kemudian beliau menjabarkan bab-bab itu dengan menyebutkan permasalahan permasalahan penting yang terkandung dan tersirat dari dalil dalil tersebut.

Akan tetapi, justru dengan demikian itulah, buku ini menjadi lebih penting, sebab pembahasannya mengacu kepada kitab dan sunnah yang menjadi sumber hukum bagi umat Islam. Mengingat amat ringkasnya beberapa permasalahan yang dijabarkan oleh penulis, maka dengan memohon taufiq Allah, penerjemah memberikan sedikit keterangan dan penjelasan dengan diapit oleh tanda dua kurung siku “[ … ]” atau melalui catatan kaki. Apa yang diharapkan oleh penulis bukanlah sekedar mengerti dan memahami, tapi lebih dari itu, yaitu : sikap dan pandangan hidup tauhidi yang tercermin dalam keyakinan, tutur kata dan amalan. Semoga buku ini bermanfaat bagi kita dalam usaha mewujudkan ibadah kepada Allah _ dengan semurni-murninya. Hanya kepada Allah kita menghambakan diri, dan hanya kepadaNya kita memohon pertolongan Semoga sholawat dan salam senantiasa dilimpahkan kepada Nabi Muhammad _, keluarga dan para sahabatnya.

Penerjemah

Download book nya di sini !